Kiprah Pelajar di Tengah Pandemi
Kiprah Pelajar Dalam Memprogresifkan Potensi Diri di Tengah Pandemi

By Admin Atsar 03 Feb 2022, 14:47:00 WIB Buletin Atsar
Kiprah Pelajar di Tengah Pandemi

Gambar : Wawancara Laput edisi 40


“Kiprah Pelajar Dalam Memprogresifkan Potensi Diri di Tengah Pandemi”

Narasumber : Aji Suryo Sumanto, S.Pd., M.Pd(*)

Team Search : Abrorul, Abdillah, Ulil Ilmi

 

Awal kemunculan wabah Covid-19 pertama kali di kota Wuhan, China, sampai akhirnya menyebar luas penularannya dan menjadi pusat perhatian di Indonesia pada bulan Maret 2019 lalu hingga kini belum kunjung hilang. Keadaan seperti ini menyebabkan dampak yang sangat signifikan dari segala sisi kehidupan yang ada di Indonesia, salah satunya dalam sistem pendidikan.

Adanya wabah ini menjadi sebab perubahan yang besar terhadap berlangsungnya sistem pendidikan kita, yaitu mulai diterapkannya metode pendidikan jarak jauh (PJJ) atau bisa kita kenal dengan istilah daring yaitu proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunan berbagai media komunikasi yang telah diorganisir dan dimediasi oleh pemanfaatan teknologi dan pertemuan tatap muka yang minimal.

Perubahan ini sontak membuat kaget guru, siswa, dan orang tua. Jika dilihat dari sudut pandang pendidikan, untuk ke depannya mungkin kurang efektif, mengapa demikian? Karena mereka harus segera mengambil respon terhadap perubahan tersebut dan pemanfaatan teknologi belum begitu familiar terutama di kawasan pedalaman, serta faktor-faktor lainnya:

  • Tidak semua siswa mempunyai perangkat android yang memadai
  • Kendala jaringan internet dan biayanya
  • Penguasaan teknologi dari siswa dan guru yang kurang merata
  • Kurangnya partisipasi orang tua dalam menyikapi perubahan tersebut.

Jika metode ini diterapkan dalam jangka waktu yang relatif lama di sistem pendidikan negara kita, dikhawatirkan nantinya akan menyebabkan masalah atau kendala selama proses pembelajaran jarak jauh, meliputi: kecenderungan penyalahgunaan HP atau perangkat android lain yang semula difasilitaskan untuk pendidikan, sulitnya mengontrol perilaku siswa, bagaimanapun  juga keberadaan guru secara fisik di tengah-tengah siswa sangat berpengaruh terhadap pengendalian perilaku siswa tujuan pembelajaran sulit tercapai dan banyak waktu luang yang tidak termanfaatkan.

Bila ditarik secara garis besar, penyebab masalah-masalah yang telah terurai di atas, bisa dikatakan siswa bosan dengan materi yang terkesan monoton, karena disajikan melalui video yang mungkin kurang bisa menarik minat belajar siswa, serta hilangnya penanaman karakter dan nila-nilai luhur dari guru terhadap siswa dalam situasi pandemi seperti ini.

Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa globalisasi dan modernisasi memaksa generasi kita mau tidak mau nantinya harus berdampingan dengan teknologi, untuk menyesuaikan perkembangan zaman. Oleh karena itu, kita sebagai pelajar harus menemukan problem solver yang tepat untuk menangani dan meminimalisir kesenjangan pendidikan yang ada di negara kita.

Kesadaran akan dampak pandemi Covid-19 mendorong guru untuk mengubah berbagai pola mengajar atau strategi pendidikan dengan tujuan memprogresifkan peran siswa agar terus belajar dan belajar, sehingga kekhawatiran akan learning loss tidak terjadi. Salah satunya yaitu penerapan kurikulum darurat yang difungsikan sebagai penyederhanaan kompetensi dasar materi yang dimuat masing-masing sekolah di Indonesia dengan standarisasi menitikberatkan materi-materi dasar, di antaranya: pendidikan agama, literasi, dan numerasi, dengan tujuan untuk memudahkan siswa dan guru dalam belajar dan mengajar di tengah situasi pandemi seperti ini, Karena ini adalah salah satu dari beberapa opsi yang efektif untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19, serta untuk membangun komitmen diri untuk terus belajar guna mengembangkan potensi diri di tengah keterbatasan karena dampak pandemi Covid-19 ini.

Dengan kondisi seperti ini maka dibutuhkan hubungan timbal balik antara guru dengan siswa. Dari pihak guru, di antara metode yang dapat diterapkan di sela-sela kurikulum darurat yaitu mengajak siswa untuk mencari dan mengenali potensi diri masing-masing, karena potensi merupakan kemampuan yang melekat pada diri seseorang, yang harus dikembangkan dan diasah terus-menerus. Misalnya menulis, menggambar, fotografi, olah raga, dan lainnya. Kemudian guru memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan potensinya melalui ekstrakurikuler di sekolah yang bidang-bidangnya diminati banyak siswa.

“Ada beberapa strategi untuk mengisi kegiatan siswa, termasuk ekstrakulikuler Lembaga Pers Dan Penerbitan Buletin Atsar Ini termasuk kegiatan yang bagus, saya sangat mengapresiasi karena Atsar tetap konsisten selama 20 tahun ini terlebih dalam kondisi di tengah maraknya Covid-19 . Bukan hanya itu, yang saya suka dari Atsar adalah murni dari kreatifitas siswa dan guru hanya mengontrolnya.” ujar Pak Suryo pada sesi wawancara bersama kami di Dindikbud Kabupaten Pekalongan. Tidak hanya itu, siswa juga harus ikut serta agar semakin berkembang. Salah satunya adalah dengan mengasah hobi yang berpotensi dengan banyak melakukan latihan, sehingga hasil maksimal dapat diraih oleh seorang siswa. Peran orang tua juga tak kalah penting dalam menyikapi situasi seperti ini, diharapkan orang tua setia mendampingi, mengarahkan, serta membimbing anaknya agar tidak salah jalan dalam pilihan hidupnya.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment