Profile Sekolah

By Admin Madrasah 05 Jul 2015, 16:32:54 WIB

MADRASAH ALIYAH SALAFIYAH ( MAS )
SIMBANGKULON BUARAN PEKALONGAN

A. Pendahuluan

Madrasah Aliyah Salafiyah Simbangkulon Buaran Pekalongan, adalah sebuah lembaga pendidikan formal di lingkungan Yayasan Salafiyah Simbangkulon Buaran Pekalongan yang didirikan dengan biaya swadaya masyarakat, sehingga sejak awal sistem pengelolaan pendidikan yang ada pada Madrasah Aliyah Salafiyah senantiasa berpihak pada arti pelayanan hajat masyarakat.
Karena itu, pengembangan Madrasah Aliyah Salafiyah amat tergantung kepada peran serta masyarakat setempat, baik pengembangan yang berkaitan dengan pengadaan bangunan fisik maupun tekhnik pengelolaan pendidikan dan pembelajaran.
Keikutsertaan mayarakat secara optimal menjadikan Madrasah Aliyah Salafiyah selalu dipandang memiliki nilai lebih diatas Madrasah atau sekolah lain yang setingkat, dan sekaligus mendapat tempat dalam hati masyarakat.

B. Latar Belakang berdirinya Madrasah Aliyah Salafiyah Simbangkulon (MAS)

  1. Latar Belakang Secara Umum.
    Sebelum menjadi sebuah lembaga formal yang berbentuk madrasah, proses pendidikan agama berjalan dalam bentuk majlis taklim Diniyah atau pondok pesantren yang secara khusus mendidik santri-santrinya dengan ilmu keagamaan. Majlis taklim ini diasuh oleh para ulama setempat yang secara langsung atau tidak langsung mempunyai pertalian erat dengan keluarga besar Pondok Pesantren yang didirikan dan diasuh oleh Almaghfurlah KH. Amir Idris, salah seorang ulama’ besar yang bertempat tinggal di desa Simbangkulon.
    Dalam perkembangan selanjutnya oleh tokoh-tokoh agama setempat dipandang perlu mendirikan sebuah lembaga formal dan sekaligus dilengkapi dengan kepengurusan yang membawahi dan mengelola. Kepengurusan terbentuk pada tahun 1955,berbarengan dengan pembangunan gedung yang pertama yaitu Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah.
    Untuk kepentingan yang lebih luas dan menyesuaikan dengan kebijaksanaan pemerintah sekarang dipandang perlu untuk dijadikan yayasan. Kemudian kepengurusan didaftarkan ke notaris menjadi bentuk sebuah yayasan pada tahun 1417 H atau 1997 M.
    Yayasan Salafiyah Simbangkulon hingga sekarang telah berhasil mendirikan 5 (lima ) lembaga pendidikan formal yaitu :
  1. Raudlotul Athfal Muslimat pada tahun 1957
  2. Madrasah Ibtida’iyah Salafiyah pada tahun 1955
  3. Madrasah Tsanawiyah Salafiyah pada tahun 1963
  4. Madrasah Aliyah Salafiyah pada tahun 1971
  5. Madrasah Aliyah Keagamaan Salafiyah pada tahun 1995

 Secara umum bahwa pendirian dan pembangunan madrasah mempunyai banyak alasan yang mendasar yang tidak bisa lepas dari cirri-ciri sebagai berikut : 

  1. Sebagai Lembaga Tafaqquh Fiddin
    Sebagai lembaga Tafaqquh Fiddin, diharapkan lahir generasi-generasi muslim yang berakh al-karimah dan menguasai ilmu agama yang memadai. Selanjutnya diharapkan mampu menjawab tantangan dan persoalan-persoalan waqi’iyah yang membutuhkan legitimasi agama, akibat perkembangan teknologi yang makin canggih.
  1. Sebagai Lembaga Pertahanan Faham Ahlussunah Wal Jama’ah.
    Sebagai lembaga pertahanan faham Ahlussunah Wal Jama’ah dimaksudkan mampu mempertahankan dan melestarikan faham Ahlussunah Wal Jama’ah, dengan upaya menanamkan dan mendoktrin ajaran-ajaran agama yang berwawasan faham Ahlussunah Wal Jama’ah. Dengan demikian, dapat terwujud lapis generasi yang menjunjung tinggi dan gigih memperjuangkan faham tersebut serta menjaga kultur kehidupan kaum nahdiyin.
  1. Sebagai Pencetak Sumber Daya Manusia yang Berkualitas.
    Sebagai lembaga pencetak Sumber Daya Manusia, lembaga bermaksud membentuk lapis generasi yang mempunyai kemampuan untuk merespon tantangan kehidupan, baik yang bersifat personal maupun sosial masyarakat, pada masa mendatang yang kian kompetitif pada segala aspek kehidupan.
    Kajian-kajian ilmiah baik teoritis praktis maupun ekstra dan non ekstra kurikuler di kedepankan secara bersama-sama, seperti praktik ibadah, latihan ketrampilan komputer serta kegiatan-kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.
    Disamping memperoleh bekal ilmu-ilmu pengetahuan umum yang memadai, para siswa-siswi juga memperoleh pendidikan ilmu-ilmu agama yang bereferensi pada kitab-kitab kuning. Sehingga diharapkan dapat menjadi sosok insan yang berkualitas dan memiliki integritas moral agama yang tinggi.
  1. Latar Belakang Secara Khusus

Ada dua alasan yang mendasar bagi pendirian Madrasah Aliyah Salafiyah. Pertama merupakan program jangka panjang untuk mengembangkan lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan Yayasan Salafiyah. Keduapada saat yang sama ada tuntutan masyarakat yang menghendaki pendirian Madrasah Aliyah di lingkungan Yayasan Salafiyah. Sebab makin banyak alumni Madrasah Tsanawiyah yang menginginkan melanjutkan belajar ke Madrasah Aliyah atau ke sekolah lanjutan berikutnya. Namun pada saat itu mereka tidak menemukan Madrasah atau sekolah yang memiliki relevansi dengan prinsip-prinsip pendidikan dasar ilmu pengetahuan yang mereka peroleh di Madrasah Tsanawiyah Salafiyah, khususnya pada disiplin ilmu keagamaan yang bersumber pada kitab-kitab kuning. Oleh karena itu pada tanggal 01 Januari 1971 didirikanlah Madrasah Menengah Atas Salafiyah dengan Sk. Departemen Agama RI Perwakilan Prop. Jawa Tengah. Kemudian pada tanggal 1 Maret 1978 berubah nama menjadi Madrasah Aliyah Salafiyah dengan nomor piagam madrasah dari Departemen Agama Republik Indonesia : Lk/3c/24/Pgm/MA/79. Pada mulanya hanya ada program Agama dan IPS. Kemudian pada tahun 1995 ditambah dengan program IPA. Dan terakhir pada tahun 2000 M program Agama dihapus diganti menjadi Madrasah Aliyah Keagamaan ( MAK ).


Madrasah Aliyah Salafiyah sampai saat sekarang selalu melakukan pembenahan yang mengarah pada upaya pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan.Peningkatan tersebut telah berhasil. Sedang Indikatornya adalah sebagai berikut :

  1. Keberhasilan siswa-siswinya dalam pencapaian prestasi yang memuaskan pada saat mengikuti ujian nasional ( UN )
  2. Adanya peningkatan animo pendaftaran siswa dari tahun ke tahun.
  3. Pada tahun 2006 Madrasah Aliyah Salafiyah berhasil memperoleh status Terakreditasi A dengan Nomor : 11.4/4/PP.03.2/625.26.02/2006, An. Direktur Jenderal Pembinaan Perguruan Agama Islam. Diteruskan pada tanggal 9 Nopember 2010 kembali memperoleh akreditasi A berlaku sampai dengan tahun 2015/2016 dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dengan nomor : Ma.005304.
  4. Adanya peningkatan alumni Madrasah mendapatkan beasiswa untuk belajar di Timur Tengah maupun di perguruan tinggi di Indonesia.